Explore Zona Dewasa

Viral Kisah Gangbang Iswani Bersama 1

 Biodataviral.com - Turun dari bus diikuti oleh Iswani tepat dibelakangku, kulihat jamku menunjukkan 8.45. Bergegas menghindar dari calo-calo angkutan umum dan ojek, kearah warung di pinggir terminal lalu duduk sambil memesan kopi panas. Setelah duduk baru aku sadar bahwa Iswani tertinggal agak jauh dan berjalan menuju tempatku dengan agak kesulitan karena tasnya kelihatan berat.


“Tok, gimana sih kamu kok ninggal?”, kata Iswani dengan nada tinggi.
“Bantu bawain tasku juga nggak, kok malah lari!”, lanjutnya.
“Sorry Mbak, aku kan kepingin cepat-cepat minum kopi biar nggak keburu pusing”, sangkalku dengan santai sambil tersenyum kecut.
“Ah, alasan aja kamu, malu ya jalan sama aku?”, tanya Iswani.
“Nggak, malah senang kok Mbak, seperti punya pengawal pribadi”, candaku.
“Eh, enak aja! Habis ini pokoknya kamu bantuin bawa tasku ya!”, dengan nada memaksa.
“Lho Mbak, terus tasku siapa yang bawa?”, tanyaku dengan lagak bodoh.
“Ya kamu bawa sendiri!”, jawabnya bernada cuek.
“Wah capek Mbak!”, rengekku menggoda.
“Gampang, nanti kupijitin, gitu aja kok repot!”, jawab Iswani dengan keras dan bersungut.

Bagai tersambar petir atas reaksinya aku terdiam agak lama, beruntunglah kopiku segera tiba dan kusibukkan diriku dengan kopi panas sambil menghisap rokok. Sementara itu Iswani memesan teh panas dan menuju wastafel lalu membersihkan muka, menyisir rambut dan bersolek dengan santai. Setelah tehnya datang ia kembali ke mejaku dengan wajah lebih segar dan tampak cantik.

Memandang wajah dan tubuhnya yang seksi, terbitlah lamunanku bermesraan dengannya. Bibirnya yang mungil menempel pada bibirku, saling bercumbu dan saling menghisap. Tanganku mengusap payudaranya yang menegang, jari jemariku merasakan puntingnya yang makin mengeras. Tak kuasa menahan godaan dari dadanya kulepaskan cumbuanku dan kuarahkan pada kedua payudaranya. Desahannya makin menjadi, tangannya mendorong kepalaku kearah lebih bawah lagi. Pelan tapi pasti, hisapan bibirku akhirnya sampai pada daerah kemaluannya. Bulu-bulu kemaluannya yang rimbun tak mampu menahan juluran lidahku menembus bibir vaginanya. 




Hisapan dan juluran lidahku yang bergantian menghasilkan pola rangsangan yang tak terbatas nikmatnya pada tubuh Iswani. Erangan dan desahannya bagaikan alunan nada yang membuatku semakin liar. Kedua kakinya semakin membuka, lidahku masuk semakin dalam, tarikan tangannya pada kepalaku semakin kuat untuk menahan bibir dan lidahku agar tak lepas dari lubang kenikmatannya.

Gelinjang di tubuh Iswani makin menjadi dan teriakan keras, “Oh..”, dan.. tenggelamlah lamunanku yang baru terbit oleh tendangan kaki Iswani pada kakiku.
“Ada apa sih Mbak pakai nendang-nendang segala?”, tanyaku jengkel. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Viral Kisah Gangbang Iswani Bersama 1"

Posting Komentar